Garut. Setiap jenjang pendidikan memiliki ciri – ciri khusus/ karakteristik yang membedakan dengan jenjang pendidikan lainnya. Karakteristik ini mempengaruhi perbedaan teknik penyampaian materi, hal ini disebabkan ada perbedaan tingkat perkembangan kemampuan mental/ psikologis peserta didik. Adanya ciri khusus pada setiap jenjang pendidikan menyebabkan beberapa kebiasaan belajar yang dikembangkan di jenjang sebelumnya perlu dikembangkan dengan cara mempelajari sesuatu yang baru yang lebih sesuai dengan tingkat perkembangan kemampuan mental/psikologis pelajar.

Baca Juga: https://ipnuippnugarut.org/2022/12/04/1579/

Penyelenggaraan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Masa Orientasi Sekolah (MOS) berbasis Makesta di SMP/MTs-SMA/sederajat merupakan kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam rangka memberikan pengenalan mengenai lingkungan sekolah yang akan didudukinya. Di samping itu, kegiatan MPLS/MOS berbasis Makesta diadakan sebagai upaya untuk menjembatani pelajar mengenal berbagai karakter di jenjang pendidikan barunya, baik yang berupa lingkungan fisik, lingkungan sosial, program belajar, maupun penerapan nilai Aswaja pada pelajar.

Untuk itu, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Garut menggelar kegiatan sosialisasi Pedoman Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Masa Orientasi Sekolah (MOS) berbasis Makesta kepada seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Se-Kabupaten Garut, pada Sabtu (10/12/22) malam.

Ketua PC IPNU  Garut, Faiz Shihab menuturkan, pedoman ini disusun dengan memperhatikan kenyataan bahwa pengalaman awal peserta didik dalam lingkungan yang baru, mempengaruhi kesan umum terhadap lingkungan yang bersangkutan. Oleh karena itu perlu diusahakan agar kesan awal terhadap lingkungan sekolah baru yang terbentuk adalah kesan positif penuh dengan nilai ajaran aswaja dan menyenangkan yang dapat membangkitkan minat belajar pada hari-hari berikutnya.

“Selama ini banyak kegiatan MOP yang tidak terarah, akibatnya dalam pelaksanaan MOP terjadi banyak hal-hal yang negatif, diantaranya; kekerasan, perpeloncoan dan kegiatan yang tidak mendidik lainnya,” katanya.

Ia juga menjelaskan landasan disusunnya pedoman ini sesuai dengan Undang–undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4496); Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2008, tentang Pembinaan Kepelajaran; Hasil Kongres XIX Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) 2018, Hasil Rakernas LP. Ma’arif PBNU dan Surat Instruksi LP. Ma’arif Kabupaten Garut No. PC/0109/A-02/XII/2022.

Diterangkannya, tujuan pendidikan nasional adalah menghasilkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

“Pada hakekatnya MPLS/MOS merupakan implementasi dari fungsi pendidikan nasional. Sebagaimana dijelaskan dalam UU. Sistem Pendidikan Nasional No. 20/2003 bahwa fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat, serta mencerdaskan kehidupan bangsa,” tambahnya.

Lanjut Faiz, pedoman ini akan mulai diimplementasikan di seluruh sekolah dibawah naungan LP Ma’aarif NU, Afiliasi NU dan sekolah umum di Kabupaten Garut pada Bulan Juni mendatang. Akselerasi Kaderisasi Akbar ini akan melibatkan Tim Kaderiasi & Instruktur, dan Segenap PAC IPNU di daerah stempat.

Adapun Indikator yang akan disorot pada kegiatan ini adalah Peningkatan Akademik Pelajar, Keagamaan, Pengakomodiran dan Minatnya dan Peningkatan Skill Individu para pelajar.

Baca Juga: https://ipnuippnugarut.org/2022/12/06/gelar-rapat-harian-dic-pc-ipnu-garut-siap-implementasikan-orientasi-kaderisasi/

Terakhir, Faiz menyampaikan, ikhtiar penyusunan pedoman pelaksanaa MPLS/MOS Berbasis Makesta ini merupakan upaya untuk lebih memudahkan penyelenggaraan masa orientasi pelajar di masing-masing sekolah dengan mempertimbangkan kondisi dan situasi masing-masing sekolah.

Pedoman pembinaan ini akan lebih berarti apabila diikuti peran aktif dan kreatif kepala sekolah dan unsur sekolah lainnya serta dukungan orang tua, masyarakat, dan pihak-pihak yang terlibat.

Mudah-mudahan dengan terselenggaranya MPLS/MOS Berbasis Makesta yang baik, dapat membantu sekolah meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan sebagai wujud pembinaan awal ke arah terbentuknya kultur sekolah yang kondusif bagi proses belajar mengajar.

Pewarta: M.Y.A Sastradimadja

Dokumentasi: Ikhdam R F

Baca Juga: https://ipnuippnugarut.org/2022/12/09/ipnu-garut-dorong-tumbuhnya-gerakan-kolektif-dakwah-aswaja-an-nahdliyyah-di-sekolah/

2 thoughts on “Terapkan Nilai Aswaja Pada Pelajar, PC IPNU Garut Gelar Sosialisasi Pedoman MPLS dan MOS Berbasis Makesta”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *